Hai Ladies, Terganggu dengan Bulu di Dagu & Kumis? Begini Cara Menghilangkannya..

Wajah awet muda - Istimewa
22 Desember 2021 00:37 WIB Ni Luh Anggela Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Rambut di dagu dan kumis biasanya lebih identik dialami pria. Akan tetapi, beberapa wanita juga mengalami kondisi ini dan menganggapnya sebagai masalah karena mengganggu penampilan.

Rambut yang tumbuh di dagu, atau di beberapa area lain yang tidak umum bagi wanita, adalah fitur maskulin yang dianggap dapat mengurangi kecantikan seseorang. Inilah yang membuatnya menjadi masalah bagi wanita. Padahal, masalah ini cukup umum, hanya saja masih tidak diterima secara sosial bagi wanita untuk memiliki rambut wajah, yang pada akhirnya membuat seseorang menjadi tertekan.

Tidak hanya rambut itu sendiri yang menjadi masalah. Menemukan cara terbaik untuk menghilangkannya secara efektif juga dapat membuat stres.

Sebelum mengetahui cara menghilangkan rambut-rambut yang dianggap mengganggu penampilan, ada banyak alasan di balik mengapa Anda mengalami hal ini. Nah, diketahui ada dua penyebab utama, yaitu hipertrikosis dan hirsutisme.

Hipertrikosis adalah kondisi langka yang ditandai dengan pertumbuhan rambut yang berlebihan. Kondisi ini biasanya terjadi pada kelompok etnis tertentu.

Baca juga: Berry, Yogurt, dan Kentang, Makanan Diet Sehat yang Wajib Dicoba!

Sedangkan, hirsutisme adalah pertumbuhan rambut yang berlebihan karena tingginya kadar hormon androgen dalam tubuh, atau karena tubuh menjadi lebih sensitif terhadap hormon tersebut.

Melansir Parade, Selasa (21/12/2021), ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menyingkirkan rambut dagu yang tidak diinginkan. Berikut lima diantaranya, menurut dokter kulit.

1. Laser hair removal
Laser hair removal adalah salah satu cara yang digunakan untuk menghilangkan rambut yang tidak diinginkan secara permanen. Selain itu, ini juga dapat mengurangi masalah kulit yang terkait dengan pertumbuhan rambut seperti folikulitis dan perubahan warna, rambut tumbuh ke dalam, dan mengurangi masalah pigmentasi yang terkait dengan rambut yang tidak diinginkan.

Kebanyakan orang memerlukan perawatan setiap 4 hingga 6 minggu selama sekitar 5 kali perawatan.

2. Spironolactone dan pil anti-androgen lainnya
Bila Anda berjuang dengan kelebihan hormon androgen, dokter kulit mungkin akan memberikan resep obat untuk mengatasinya. Nah dengan mengonsumsi pil ini setiap harinya, dapat membantu mengurangi pengaruh hormonal untuk menumbuhkan rambut.

3. Vaniqa (krim Eflornithine)
Krim Vaniqa adalah obat resep topikal yang mengandung bahan aktif yang disebut eflornithine. Dokter kulit bersertifikat Corey L. Hartman menuturkan, eflornithine digunakan untuk memperlambat pertumbuhan rambut yang tidak diinginkan di wajah pada wanita, biasanya di sekitar bibir atau di bawah dagu.

Eflornithine bekerja dengan menghalangi zat alami yang dibutuhkan rambut untuk tumbuh dan terletak di folikel rambut Anda.

Apabila Anda memilih untuk menggunakan krim ini, Anda harus menggunakannya dua kali sehari selama setidaknya enam bulan.

4. Mencabut rambut
Mencabut, mencukur, waxing, trimming, dermaplaning dan lainnya merupakan perawatan lain yang umum dilakukan. Sayangnya, ini perlu dilakukan secara teratur dan dapat menyebabkan efek samping lainnya.

Mencabut rambut yang dilakukan setiap hari misalnya, dapat menyebabkan perubahan warna, dan jaringan parut karena pinset yang sudah pasti bersentuhan dengan kulit. Sementara mencukur, hanya memotong rambut, yang artinya Anda perlu mencukurnya beberapa kali dalam seminggu.

5. Elektrolisis
Elektrolisis adalah perawatan hair removal lain yang menggunakan arus listrik. Nantinya, ahli elektrologi akan memasukkan kawat tipis ke dalam folikel rambut di bawah permukaan kulit. Arus listrik bergerak ke bawah kawat ke bagian bawah folikel, menghancurkan akar rambut. Kerusakan folikel mencegah rambut tumbuh dan menyebabkan rambut menjadi rontok.

Elektrolisis sudah ada selama lebih dari 100 tahun, dan pertama kali ditemukan untuk menghilangkan bulu mata yang tumbuh ke dalam. Biasanya, perawatan dilakukan setiap satu hingga dua minggu.

Sumber : Bisnis.com