Advertisement

Sering Dialami Penyintas, 5 Gejala Long Covid Ini Harus Anda Waspadai

Alifian Asmaaysi
Rabu, 09 Maret 2022 - 19:27 WIB
Bhekti Suryani
Sering Dialami Penyintas, 5 Gejala Long Covid Ini Harus Anda Waspadai Ilustrasi wanita mengalami gejala Long Covid-19 - Freepik.com

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Gejala Covid-19 ternyata tidak hanya menjangkit selama masa infeksi. Simak 5 gejala Long Covid yang perlu Anda waspadai. 

Gejala Covid yang masih terlihat, bahkan setelah infeksi mereda, disebut Long Covid. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja gejala-gejala Long Covid. Tujuannya, agar Anda dapat mengambil bantuan medis tepat waktu.

Kondisi gejala lanjutan pasca infeksi Covid-19 yang dikenal dengan istilah Long Covid mengacu pada konstelasi gejala jangka panjang yang dialami beberapa orang setelah mereka terjangkit virus Corona.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Orang yang mengalami kondisi pasca infeksi Covid-19 terkadang menyebut diri mereka sebagai "Long-Haulers" seperti dikutip dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Beberapa gejala Long Covid yang umum terjadi, antara lain kelelahan dan sesak napas. Pasien bisa juga mengalami disfungsi kognitif seperti kebingungan, pelupa, atau kurangnya fokus dan kejernihan mental.

Berikut 5 gejala Long Covid yang harus Anda waspadai seperti dilansir dari Times of India, Rabu (9/3/2022).

5 Gejala Long Covid

1. Kerusakan Jaringan Saraf

Para ahli telah menemukan hubungan antara gejala Long Covid dengan kerusakan saraf. Para peneliti di Rumah Sakit Umum Massachusetts dan Institut Kesehatan Nasional telah mengungkapkan bukti neuropati perifer memiliki gejala seperti lemas, nyeri pada tangan dan kaki serta kelelahan.

“Temuan kami menunjukkan bahwa beberapa pasien Long Covid mengalami kerusakan pada serat saraf perifer mereka, dan kerusakan pada jenis sel saraf serat kecil mungkin menonjol,” ujar Anne Louise.

Oaklander, seorang peneliti di Departemen Neurologi di Massachusetts juga menjelaskan efek dari kondisi kerusakan jaringan saraf akan berdampak pada pernapasan, pembuluh darah, dan pencernaan.

Advertisement

2. Depresi

Orang yang telah terinfeksi Covid-19 setidaknya selama tiga kali atau lebih mungkin akan mengalami kecemasan dan perasaan depresi.

"Tingkat Depresi seseorang yang telah terinfeksi Covid-19 dinilai lebih tinggi daripada orang yang belum pernah positif virus Corona," tulis penelitian diterbitkan dalam European Journal of Internal Medicine.

3. Brain Fog

Brain fog atau kabut otak adalah kondisi di mana seseorang merasa sulit untuk berkonsentrasi dan tidak bisa fokus ketika memikirkan suatu hal.

Advertisement

Mengalami kesulitan berkonsentrasi setelah pulih dari Covid-19, pada dasarnya merupakan salah satu gejala yang umum. Gejala Long Covid apat menimbulkan masalah kognitif, kelelahan, masalah perilaku dan gejala neurologis lainnya. Mengacu pada jurnal kesehatan, masalah neurologis ini dapat terlihat pada hampir 25 persen orang setelah pulih dari Covid.

4. Mudah Kesemutan

Salah satu gejala Long Covid yang paling umum adalah adanya sensasi kesemutan yang tak hanya menjengkelkan, tetapi juga mengkhawatirkan dan memengaruhi aktivitas Anda. Mati rasa atau kesemutan kronis dapat menjadi gejala dari sejumlah gangguan seperti stroke, tumor, serta multiple sclerosis.

Gejala yang ditimbulkan ketika tubuh terinfeksi Covid-19 juga dapat menyebabkan mati rasa dan kesemutan pada beberapa orang, seperti yang tertulis pada laporan University of Michigan.

5.Masalah Pada Jantung

“Covid-19 merupakan badai penyakit bagi jantung,” kata Federasi Jantung Dunia (WHF). Orang yang terinfeksi Covid-19 Banyak mengeluhkan masalah jantung setelah sembuh.

Advertisement

Sebuah studi penelitian pada tahun 2021 menemukan bahwa seminggu setelah diagnosis Covid-19, risiko serangan jantung pertama meningkat tiga hingga delapan kali lipat. Studi tersebut dilakukan pada 87.000 orang, di mana 57 persen adalah wanita.

Ditemukan juga bahwa pada minggu-minggu berikutnya, risiko pembekuan darah dan serangan jantung menurun akan tetapi tetap meningkat setidaknya selama sebulan setelahnya. Para ahli juga menghubungkan Covid dengan masalah terkait jantung seperti miokarditis dan perikarditis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Prakiraan Cuaca DIY: Hujan Petir Dimana-mana

Jogja
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 08:07 WIB

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Jumat, 7 Oktober 2022

News
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 07:09 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement