Advertisement

Kondisi Psikis Ini Sebabkan Kebiasaan yang Bisa Merusak Tubuh

Robby Fathan
Senin, 21 Maret 2022 - 22:57 WIB
Bhekti Suryani
Kondisi Psikis Ini Sebabkan Kebiasaan yang Bisa Merusak Tubuh Menggigit kuku - ilustrasi

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Kebiasaan mengigit kuku, mengelupasi kulit bibir, mencabut rambut atau menggaruk kulit yang sulit dikontrol bisa jadi disebabkan oleh kondisi psikis.

Dilansir dari akun twitter milik psikolog klinik Disya Arinda dengan akun @disyarinda, membuat thread tentang bahaya dan penyebab kebiasaan yang merusak tubuh.

Body Focus repetitive behaviors (BFRBs) singkatnya ini adalah sebuah kondisi yang ditandai adanya dorongan intens untuk mengigit, mengaruk, dan mencabut bagian tubuh sendiri, biasanya berupa kuku, kulit, mulut, dan rambut secara berulang yang mengakibatkan luka pada tubuh.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Lalu, apa penyebabnya?

Sejauh ini masih belum ada riset tentang BFRBs ini, jadi masih belum jelas pasti penyebabnya apa, tetapi faktor-faktor risikonya di antara lain adalah faktor keturunan dan faktor psikologis, pada buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5) belum ada diagnosis khusus, hanya saja ini masuk ke dalam kelompok gangguan yang berkaitan dengan obsessive-compulsive disorder (OCD). Meski demikian, BFRBs dan OCD sebetulnya berbeda, sering kali BFRBs juga seringkali berbeda dengan self-harm.

Meski BFRBs dengan OCD berbeda, bukan tidak mungkin seseorang dengan OCD pun punya kecenderungan melakukan BFRBS, begitu pula orang yang self-harm bisa mungkin muncul.

BACA JUGA: Ada Riwayat Kolesterol Tinggi dalam Keluarga Anda? Rutin Minum Ini!

BFRBs juga terbagi kedalam beberapa tipe yang umum dikenali di ranah psikologi klisinis.

Yang pertama ada BFRB pada kuku, biasanya adalah Onychophagia (kebiasaan dalam mengigit kuku), Onychotillomania (kebiasaan dalam mencabut kuku)

Kemudian BFRBs pada kulit biasanya adalah, Dermatillomania (memencet jerawat/ kulit, menggaruk bekas luka atau area kulit yang sehat), Dermatophagia : (menggigit dan memakan kulit) ini biasanya mengigit kulit sekitar kuku tangan yang terkelupas atau kulit bibir yang kering.

Advertisement

BFRBs pada mulut biasanya adalah, Morsicatio buccarum (menggigit/mengunyah pipi bagian dalam), Morsicatio Linguarum (menggigit/mengunyah lidah).

BFRBs pada rambut biasanya adalah, Trichophagia (memakan/mengunyah rambut yang masih mengakar di kepala), Trichotemnimania (memotong/mematahkan rambut dengan tangan sendiri), Tricotillomania (mencabut rambut dari kulit kepala bahkan sampai botak)

BFRBs sebeneranya ada banyak, namun lebih jarang daripada 4 tipe di atas, umumnya kebiasaan BFRBs dimulai sejak kecil (usia SD), ada yang bisa berhenti namun ada juga yang bertahan terus sampai dewasa, secara psikologi, prilaku berulang ini sulit untuk dihentikan seringkali menandakan adanya kecemasan.

Advertisement

BFRBs dilakukan sebagai upaya menurunkan kecemasaan, nanun ini tidaklah sehat, di sisi lain kebiasaan ini mungkin dilakukan  karena menimbulkan kepuasaan tertentu pada diri seseorang. Sederhananya Ketika cemas, mungkin kita merasa tidak bisa mengontrol situasi.

BFRBs mungkin adalah manifestasi dari gangguan kecemasan. Jadi untuk bisa pelan-pelan mengubah kebiasaan BFRBs ini, perlu diatasi juga kecemasannya. Kalau di psikoterapi, BFRBs ini masuk ke dalam targeted behavior, salah satu dari banyaknya elemen yang perlu diproses dalam terapi.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Kesadaran Mengelola Sampah Plastik Masih Rendah, Masyarakat Perlu Diedukasi

Jogja
| Rabu, 28 September 2022, 07:17 WIB

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Rabu, 28 September 2022

News
| Rabu, 28 September 2022, 07:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement