Advertisement

Cara Menjaga Kesehatan dan Kepadatan Tulang

Dewi Andriani
Sabtu, 30 Juli 2022 - 15:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Cara Menjaga Kesehatan dan Kepadatan Tulang Pengeroposan tulang (osteoporosis) - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Tidak sedikit orang yang kurang gerak akibat pandemi Covid-19 yang mengharuskan mereka di rumah saja. Padahal, tulang butuh banyak tekanan dengan berbagai aktivitas gerak agar tulang menjadi padat dan kuat.

Sebetulnya, tanpa pandemi pun, kesehatan tulang akan menurun secara fisiologis seiring bertambahnya usia. Maka penting menjaga kesehatan tulang sedini mungkin sehingga dapat bekerja dengan produktif dan tetap aktif menikmati masa tua.

Permasalahan tulang ini bersifat silent disease, yang bila dibiarkan dapat menimbulkan risiko di kemudian hari.

Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Isa An Nagib menjelaskan bahwa pada usia 0 hingga 30 tahun, tulang mengalami deposisi atau lebih banyak pembentukan dibandingkan resorption atau pembongkaran. Namun di atas usia tersebut, secara fisiologis tulang akan mengalami degenerasi dan terjadi lebih banyak pembongkaran.

Baca juga: Ini Bahaya Duduk Terlalu Lama terhadap Punggung, Tulang Belakang, & Leher

"Kondisi seperti itu apabila terus menerus dibiarkan akan membuat kondisi tulang tidak baik. Tulang jadi rentan patah, bahkan hanya kepeleset saja bisa membuat tulang jadi patah. Keadaan seperti ini tidak boleh dibiarkan karena akan membuat kualitas hidup menjadi berkurang," jelas Isa, dikutip Sabtu (30/7/2022).

Dokter yang juga menjabat sebagai Direktur Utama di RS Siaga Raya ini mengatakan untuk memperbaikinya tidak hanya biaya, tapi dia harus melewati operasi yang berisiko dan masa pemulihan juga akan memakan waktu lama

"Suplemen atau asupan yang bisa memberikan’ isi’ bagi tulang sangat diperlukan sehingga kondisi kesehatan tulang kita tidak cenderung tergerus terus. Bila kondisinya sudah semakin parah, maka  diperlukan  treatment lain yaitu dengan pengobatan. Ini terjadi jika kondisi tulang mengalami osteopenia atau osteoporosis," terangnya.

Menurutnya, dosis harian kalsium berbeda jumlahnya berdasarkan umur. Usia 1-3 tahun hanya membutuhkan 700 mg kalsium per harinya, sedangkan di usia 4-8 tahun akan meningkat menjadi 1.000 mg per hari, dan 1.300 mg per hari pada usia 9-18 tahun. Dosis 1.300 mg per hari ini juga diperlukan pada seorang wanita saat hamil. 

"Kita tidak bisa memastikan apakah dari makanan, susu, dan sebagainya bisa mendapatkan kalsium dengan kadar sebesar itu," ujarnya.

Advertisement

Menurutnya, suplemen sama seperti makanan dalam bentuk yang berbeda, maka dia menyarankan untuk mengonsumsi suplemen tulang, sebagai tambahan dari makanan atau susu yang dikonsumsi.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Streaming Starjoja FM
alt

Erick Thohir Tentang Satu Abad NU: Harus Jadi Fondasi Kebangkitan Pendidikan dan Perkonomian Umat

Jogja
| Jum'at, 12 Agustus 2022, 08:47 WIB

Advertisement

alt

Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo Kena OTT KPK

News
| Jum'at, 12 Agustus 2022, 08:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement