Advertisement

Banyak Pilihan Jenis Diet, Mana yang Aman dan Sehat?

Bernadheta Dian Saraswati
Senin, 21 November 2022 - 09:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Banyak Pilihan Jenis Diet, Mana yang Aman dan Sehat? Ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Banyak orang melakukan diet untuk menurunkan berat badan. Mereka rela mengatur makannya agar tubuh mencapai berat yang ideal. 

Saat ini, banyak beragam jenis diet yang bisa dipilih. Mulai dari diet rendah karbohidrat, intermitten fasting, diet vegan, hingga diet ketogenik.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Namun diet seperti apakah yang sehat menurut ahli?

Dilansir dari ugm.ac.id, diet tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Ahli Gizi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Rahadyana Muslichah, S.Gz., M.Sc., mengatakan diet harus dilakukan dengan memperhatikan kondisi tubuh dan melalui pendampingan dari profesional seperti ahli gizi.

Masing-masing orang memiliki kebutuhan harian yang berbeda-beda sehingga diet yang berhasil dilakukan pada satu individu tidak lantas bisa diterapkan pada individu lainnya.

Baca juga: Syarat dan Cara Konsultasi ke Psikolog Pakai BPJS Kesehatan

“Diet untuk menurunkan berat badan tidak boleh sembarangan seperti mengikuti cara yang berhasil dipakai orang lain. Jadi tidak bisa meniru program diet yang populer dilakukan karena program diet sebisa mungkin personalized dengan mempertimbangkan kondisi klien,” paparnya dikutip Harianjogja.com, Senin (21/11/2022). 

Dosen Departemen Gizi Kesehatan FKKMK UGM ini merekomendasikan dalam penentuan program diet dilakukan melalui konsultasi dengan profesional. Ia menuturkan jika diet bukan hanya sekadar menurunkan berat badan hingga posisi ideal tetapi juga harus memperhatikan komposisi tubuh seperti persentase lemak maupun otot.

Advertisement

Dengan konsultasi ke profesional program diet akan disusun setelah melalui rangkaian asesmen secara komprehensif. Beberapa diantaranya seperti mencari akar persoalan penyebab berat badan berlebih dari pola/kebiasaan makan dan pola aktivitas sehari-hari.

Rahadyana mengatakan bahwa diet bukan berarti harus menghindari berbagai jenis makanan. "Semua jenis zat gizi tetap diperlukan tubuh, hanya saja porsi makannya diatur sesuai prinsip gizi seimbang,” katanya.

Pilih protein rendah lemak misalnya, ikan, daging putih, telur, dan susu rendah lemak. Selain itu, variasikan pemenuhan kebutuhan karbohidrat. Misalnya tidak hanya dengan nasi putih saja, tetapi divariasikan dengan bahan pangan lain seperti singkong, ubi, atau beras merah yang mengandung serat. Tak lupa perbanyak konsumsi sayur dan buah.

Advertisement

Camilan Aman?

Buah yang diolah menjadi jus atau buah potong juga bisa menjadi camilan sehat. Ia menyarankan saat menjalani program diet sebaiknya membatasi konsumsi makanan tinggi gula, garam, minyak, dan lemak agar berat badan tidak melonjak.

Kemenkes merekomendasikan batas asupan porsi gula sebanyak 4 sendok makan per hari, garam 1 sendok teh per hari,dan lemak 5 sendok makan per hari.

“Diet juga perlu dibarengi dengan aktivitas fisik/olahraga karena akan lebih cepat untuk menurunkan persentase lemak tubuh. Olahraga yang direkomendasikan adalah 150 menit dalam 1 minggu,” terangnya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Ada 6.214 kasus HIV di DIY, Ini Golongan Umur yang Paling Mendominasi

Jogja
| Rabu, 30 November 2022, 21:37 WIB

Advertisement

alt

Luhut Ingin Gilas Oknum yang Hambat Investasi Masuk Indonesia

News
| Rabu, 30 November 2022, 19:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement