Advertisement

Pijat Ibu Hamil Amankah Untuk Janin?

Bernadheta Dian Saraswati
Rabu, 30 November 2022 - 10:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Pijat Ibu Hamil Amankah Untuk Janin? Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Pijat perut untuk ibu hamil hingga kini masih menjadi perdebatan. Ada yang menilai pijat ibu hamil membahayakan janin namun ada pula yang menganggapnya sah-sah saja mengingat efek relaksasi yang bisa diperoleh sang ibu.

Dilansir dari Prenagen, pijat perut ibu hamil mempunyai banyak manfaat yang bisa didapat. Seperti membetulkan letak bayi, melancarkan peredaran darah menuju perut, hingga berguna untuk kesehatan kulit. 

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Namun perlu diperhatikan, meski pijat perut untuk ibu hamil banyak manfaatnya, akan tetapi banyak pula dokter yang tidak menyarankan bahkan melarang proses ini.

Dikhawatirkan bila dilakukan pemijatan pada area perut yang membesar akibat kehamilan bisa mempengaruhi janin yang berada di dalamnya. Mulai dari kecacatan pada bentuk fisik bayi sampai akibat paling berbahaya adalah kematian pada bayi.

Baca juga: Viral Skincare Berbahan Micin, Apakah Aman?

Dilansir dari Alodokter pijat perut dapat menyebabkan rahim berkontraksi sehingga terjadi keguguran. Untuk itu, hal ini sangat dianjurkan untuk dihindari.

Perlu anda ketahui tanda-tanda bahaya selama kehamilan, yaitu:
1. Kram pada perut bawah.
2. Keluar darah dari jalan lahir.
3. Pusing yang diikuti tekanan darah tinggi dan pembengkakan pada kaki.
4. Kejang.

Oleh karena itu, sebelum ibu hamil melakukan pemijatan perut, sebaiknya konsultasi kehamilan pada dokter kandungan dan juga mencari profesional yang benar-benar terlatih dan berpengalaman dalam bidang ini agar meminimalisir risiko.

Selain itu, usia kehamilan ibu hamil juga sangat penting. Sekali lagi agar tidak menghadapi masalah saat dilakukan pemijatan perut, maka usia kehamilan yang tepat adalah lima bulan atau lebih. Pada saat itu, janin sudah kuat.

Bila terjadi kontraksi atau ruam pada kulit, proses pemijatan ini juga seharusnya dihentikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pada dasarnya, pijat perut tidak harus dilakukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

ATF Dimanfaatkan Destinasi Wisata Jogja Gaet Wisatawan Asing

Jogja
| Minggu, 29 Januari 2023, 20:07 WIB

Advertisement

alt

Banyak Kantor dan Ruko Kosong Dijual di Jakarta

News
| Minggu, 29 Januari 2023, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement