ADUPI Tepis Anggapan Styrofoam Penyebab Kanker

styrofoam - nbclosangeles.com
11 Juni 2019 09:27 WIB Annisa Sulistyo Rini Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Kemasan styrofoam tidak menjadi penyebab kanker. Hal itu disampaikan oleh Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI).

Donny Wahyudi, Anggota ADUPI, mengatakan sejak 2009 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada satu negara pun di dunia yang melarang penggunaan styrofoam dengan alasan kesehatan.

“Alasan pelarangan lebih ke lingkungan,” ujarnya di Jakarta,  Senin (10/6/2019).

Dia juga menyebutkan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) juga menyatakan bahwa bahan baku styrofoam tidak menganggu kesehatan. Dari sampling 17 jenis styrofoam, sebagian besar tidak mengandung residu stirena.

Jika ada, masih jauh di bawah standar, yaitu 5.000 part per million (ppm). “Barang-barang yang sering ditemui seperti kopi dan strawberry itu mengandung sekitar 100 ppm stirena, kalau styrofoam 43 ppm,” katanya.

Selain isu kesehatan, Donny juga menyoroti isu lingkungan. Menurutnya, masalah sampah plastik yang ada saat ini disebabkan perilaku masyarakat yang buang sampah sembarangan dan masuk ke sungai. Styrofoam dianggap sebagai sampah utama di sungai karena sifatnya yang mengambang dan gampang terlihat karena warnanya putih.

“Padahal sampah di bawah itu yang tidak layak didaur ulang styrofoam 100 persen bisa di daur ulang,” jelasnya.

Kemasan styrofoam juga dinilai masih lebih efisien dibandingkan kemasan lain. Donny membandingkan kemasan Styrofoam dihargai Rp200 per buah, sedangkan kemasan plastik lain Rp600 dan kemasan karton Rp2.000. Apabila pengusaha makanan berpindah ke kemasan karton, harga makanan akan naik minimal 20%.

Sumber : bisnis.com