Hasil Studi, Hand Sanitizer Tingkatkan Risiko Osteoporosis pada Wanita

Ilustrasi mencuci tangan. - REUTERS/Mariana Bazo
27 Juni 2019 23:17 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Seringkali, karena sulit mendapatkan air mengalir, orang menggunakan hand sanitizer untuk membersihkan tangannya. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa wanita yang sering menggunakan sabun batangan dan pembersih tangan atau hand sanitizer lebih berisiko osteoporosis.

Para peneliti dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menemukan sabun batangan, sabun cuci tangan hingga hand sanitizer mengandung agen antimikroba triclosan.

Efek samping dari paparan bahan kimia dalam sabun batangan dan hand sanitizer pada kesehatan manusia memang tidak jelas. Tetapi, sejumlah penelitian menyatakan triclosan dapat mengganggu hormon tiroid dan reproduksi wanita.

Yingjun Li dari Sekolah Kedokteran Umum Hangzhou Medical College di China pun menemukan bahwa triclosan terbukti berdampak buruk pada kesehatan tulang hewan.

Namun, ia kurang mengetahui efek samping bahan kimia triclosan ini pada kesehatan tulang manusia.

Karena itu, Li bersama rekannya pun melakukan penelitian terhadap 1.848 wanita di Amerika Serikat guna mencari tahu dampak triclosan pada kesehatan manusia.

Mereka menemukan ada kandungan triclosan yang cukup tinggi dalam urine ribuan wanita AS. Berdasarkan hasil urine tersebut ribuan wanita ini berisiko 2 kali lebih besar mengalami osteoporosis dibandingkan wanita lain dengan triclosan rendah.

"Papar triclosan mungkin merupakan faktor risiko untuk kepadatan mineral tulang dan osteoporosis yang lebih rendah. Buktinya bahan kimia ini lebih kuat pada wanita pascamenopause daripada wanita premenopause," kata Li dikutip dari Asia One.

Pada wanita, berkurangnya produksi estrogen selama menopause dan sesudahnya dapat memperlambat produksi jaringan tulang baru. Seiring berjalannya waktu, proses ini meningkatkan risiko osteoporosis.

Di Amerika Serikat, sekitar 30 persen wanita pascamenopause menderita osteoporosis dan empat dari 10 di antaranya akan mengalami patah tulang.

Penelitian ini bukan percobaan terkontrol yang dirancang untuk membuktikan apakah atau bagaimana triclosan dapat secara langsung menyebabkan osteoporosis.

Namun, ada kemungkinan bahwa paparan triclosan dapat memicu perubahan dalam produksi hormon tiroid dan estrogen yang mengganggu perkembangan kerangka dan pemeliharaan tulang sehat seiring bertambahnya usia wanita.

"Triclosan dapat menurunkan kepadatan mineral tulang dan meningkatkan prevalensi osteoporosis," kata Li.

Meskipun penelitian soal triclosan dan risiko osteoporosis masih memerlukan riset lebih lanjut. Luz Claudio, peneliti kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat di Sekolah Kedokteran Icahn di Gunung Sinai menyarankan untuk menghindari produk kecantikan berbahan kimia.

"Beruntungnya, tubuh lebih cepat mengeluarkan bahan kimia triclosan ini setelah terpapar. Jadi secara teori, untuk mengurangi bahan kimia ini dari tubuh dengan cara menghindar paparan triclosan," jelasnya.

Misalnya, mencuci tangan dengan sabun dan air biasa sudah membantu melawan kuman yang sama baiknya dengan menggunakan pembersih antibakteri.

Meski begitu kita sebagai konsumen tetap harus memperhatikan jumlah kadar triclosan dalam produk perawatan kecantikan harian sebelum menggunakannya.

Sumber : Suara.com