Awas, Terlalu Sering Tidur Siang Bisa Jadi Tanda Alzheimer

Ilustrasi penderita alzheimer. - Reuters/Nacho Doce
15 Agustus 2019 15:27 WIB Tika Anggreni Purba Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA— Banyak orang di Indonesia sering tidur di siang hari.  Jika Anda termasuk di antaranya, ada al yang harus diwaspadai. Penelitian terbaru menunjukan bahwa hal tersebut bisa jadi adalah peringatan dini kondisi alzheimer.

Pada awal-awal perkembangan penyakit alzheimer, area otak yang harusnya membuat Anda terjaga di siang hari mengalami kerusakan. Penyakit yang nantinya merusak memori ini akhirnya membuat Anda tidur siang terlalu lama. Jadi, tanda awal alzheimer belum tentu pelupa atau pikun saja.

Tidak hanya itu, para ilmuwan juga menemukan bahwa kerusakan pada daerah otak yang harusnya membuat manusia terjaga di pagi hari terkait dengan protein yang disebut tau.

Ini membuktikan bahwa tau mungkin memainkan peran yang lebih besar sebagai pemicu alzheimer dari pada protein amiloid yang selama ini dipelajari. Bahkan selama ini penelitian terhadap amiloid masih gagal menghasilkan pengobatan Alzheimer yang efektif.

“Ada bukti definitif bahwa area otak yang membuat kita terjaga menjadi menurun karena akumulasi protein tau, pada tahap paling awal Alzheimer,” kata Lea Grinberg, profesor neurologi dan patologi di Memory and Aging Center dan anggota Global Health Health Institute di University of California, San Francisco, Amerika Serikat.

Dalam studi ini, para peneliti menganalisis otak 13 pasien Alzheimer yang telah meninggal dan tujuh orang lainnya yang tidak mengalami Alzheimer. Para peneliti menyimpulkan bahwa penyakit Alzheimer ternyata menyerang daerah otak yang berfungsi untuk membuat manusia terjaga pada siang hari. Area ini termasuk bagian otak yang pertama kali dirusak oleh penyakit tersebut.

Pada otak yang terkena Alzheimer terdapat penumpukan tau yang signifikan dan kehilangan sebanyak 75 persen neuron. Temuan ini menunjukkan bahwa tidur siang yang berlebihan bisa dicurigai sebagai pertanda awal dari Alzheimer.

Menurut peneliti lainnya Jun Oh, penelitian ini menunjukkan bahwa bukan hanya inti otak tunggal yang merosot, tetapi seluruh jaringan pembangun kesadaran juga ikut merosot saat Alzheimer terjadi. “Tampaknya jaringan pembangun kesadaran benar-benar sangat rentan dan berkaitan dengan penyakit Alzheimer,” kata Oh.

Sumber : Bisnis.com