Perbedaan Harganya Mencolok, Pilih Obat Paten atau Obat Generik?

25 September 2019 19:37 WIB Tika Anggreni Purba Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Banyak orang sering mengalami kebingungan soal pembelian dan penggunaan antibiotik. Salah satu yang dipertimbangkan adalah penggunaan obat paten atau obat generik.

Karena perbedaan harga yang cukup mencolok, banyak orang yang lebih mempercayai bahwa obat paten jauh lebih berkhasiat untuk menyembuhkan dibandingkan dengan obat generik.

Hal ini membuktikan bahwa masih banyak salah kaprah yang terjadi terkait jenis-jenis obat dalam pemahaman masyarakat. Hal ini dinilai terjadi karena masyarakat maupun sebagian tenaga kesehatan belum memanfaatkan peran apoteker sebaik mungkin.

Dalam peringatan Hari Apoteker Sedunia (World Pharmacist Day) 25 September 2019, Ikatan Apoteker Indonesia menyampaikan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan terkait medikasi, termasuk juga perbedaan obat paten dan obat generik.

“Obat itu hanya ada dua, yakni obat generik dan obat paten. Obat paten adalah obat yang masih dilindungi patennya oleh perusahaan obat, begitu lepas paten obat tersebut menjadi generik,” ujar R. Dettie Yuliati, Wakil Sekretaris Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), dalam acara Optimalisasi Peran Apoteker untuk Menjamin Pengobatan Rasional dan Cost-Effective yang diselenggarakan oleh PT Hexpharm Jaya di Jakarta, Selasa (24/9).

Obat generik juga biasanya memiliki mereknya sendiri berdasarkan merek perusahaan farmasi atau nama zat aktif dari obat tersebut. “Tidak ada perbedaan kualitas obat antara obat paten dan obat generik, perbedaannnya hanya pada hak patennya,” ujarnya.

Saat sebuah farmasi menemukan zat aktif baru untuk suatu penyakit, obat tersebut akan dipatenkan. Hak paten ini berlangsung selama 15-20 tahun. Setelah itu, perusahaan farmasi lain bisa membuat obat generik berdasarkan zat aktif tersebut.

“Untuk memilih obat generik juga tidak ada cara khusus, asalkan kegunaan, fungsi, dan khasiatnya sama,” ujarnya.

Menurutnya, bahwa penggunaan obat paten maupun dan generik itu tergantung pilihan masing-masing. Artinya, pasien bisa memilih untuk menggunakan obat paten maupun generik.

“Kadang-kadang dokter meresepkan obat paten dan keuangan pasien tidak memadai untuk itu dan ingin membeli yang generiknya, itu sah-sah saja,” katanya.

Ia mendorong masyarakat untuk mengetahui zat aktif dalam obat paten tersebut sehingga dapat mencari obat generik yang mengandung zat aktif dan dosis yang sama.

Presiden Direktur PT Hexpharm Jaya Mulia Lie mengatakan bahwa meskipun harga obat generik murah, kualitasnya dijamin tidak murahan. “Efikasinya tetap terjaga dan setara dengan obat paten,” katanya.

PT Hexpharm Jaya merupakan anak perusahaan PT Kalbe Farma yang berkomitmen untuk memproduksi obat generik dengan harga yang lebih rendah.

Sumber : Bisnis.com