Lina Mantan Istri Sule Diautopsi, Begini Prosesnya ...

Warga melihat proses pembongkaran makam Lina Jubaidah. - Antara/Bagus Ahmad Rizaldi
11 Januari 2020 14:57 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, BANDUNG - Laporan Rizky Febian kepada pihak kepolisian atas kejanggalan kematian ibunya, Lina Jubaedah, membuat proses autopsi dilakukan terhadap jenazah yang sudah meninggal Sabtu (4/11/2020) tersebut.

Pihak kepolisian lantas membongkar makam Lina Jubaedah, yang juga mantan istri komedian Sule, untuk melakukan proses autopsi pada Kamis (9/1/2020) kemarin.

Seperti yang Anda ketahui, biasanya proses autopsi dilakukan jika penyebab kematian seseorang tidak jelas. Begitu pula jika Anda merasa ada anggota keluarga yang meninggal dunia secara tidak wajar atau janggal.

Sebelum melakukan proses autopsi dilansir oleh webmd.com, biasanya dokter juga akan meminta izin dari pihak keluarga untuk mengambil tindakan. Selain itu, dokter mungkin akan menanyakan beberapa informasi mengenai jenazah.

Dokter melakukan proses autopsi ini dengan memeriksa bagian dalam dan luar tubuh jenazah. Dokter juga bisa mengeluarkan organ dalam tubuh jenazah untuk mengumpulkan sampel jaringan atau cairan tubuh seperti darah.

Tindakan autopsi ini biasanya memakan waktu satu hingga dua  jam. Biasanya, para ahli cukup untuk mengetahui penyebab kematian seseorang selama waktu itu.

Dalam kasus lain, Anda mungkin harus menunggu sampai hasil laboratorium untuk mencari tanda-tanda obat, racun atau penyakit. Biasanya proses ini membutuhkan waktu beberapa hari hingga hitungan minggu.

Dilansir oleh livescience.com, autopsi dimulai dengan pemeriksaan tubuh bagian luar untuk membantu menemukan identitas, menemukan bukti dan mencari penyebab kematian.

Ahli patologi akan memulainya dengan menimbang dan mengukur tubuh, mencatat pakaian subjek, barang-barang berharga dan karakteristik seperti warna mata, warna rambut, panjang rambut, usia dan jenis kelamin.

Setelah itu, dokter akan melepaskan pakaian atau kain yang terlilit di tubuh jenazah untuk mencari residu bubuk mesiu, cat serpihan atau endapan lainnya, serta mengidentifikasi tanda-tanda seperti bekas luka atau cedera.

Terkadang sinar X juga diperlukan untuk mengungkap kelainan tulang, lokasi peluru atau benda lain. Sedangkan, sinar ultraviolet dapat membantu mendeteksi residu tertentu.

Jika diperlukan pemeriksaan internal, ahli patalogi akan mengangkat dan membedah organ dada, perut, panggul dan otak. Tindakan ini akan menghasilkan sedikit darah yang berasal dari gravitasi.

Sumber : webmd.com/livescience.com/suara.com