Madu dan Herbal Bisa Bantu Ringankan Keluhan Wanita Hamil dan Usai Melahirkan

Madu - Istimewa
13 November 2020 16:37 WIB Desyinta Nuraini Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Wanita pada masa kehamilan maupun pasca persalinan ketika mengalami kondisi yang tidak nyaman, seperti mual dan muntah, edema, serta rasa nyeri pada persendian bisa meringankan keluhan tersebut dengan mengonsumsi herbal.

Herbalis Asri Saraswati Iskandar mengatakan mengetahui manfaat dari bahan-bahan herbal yang akan dikonsumsi akan menjadikannya berfungsi lebih tepat guna. "Tak hanya mampu membantu mengurangi ketidaknyamanan, bahan-bahan herbal juga dapat memberikan nutrisi seperti vitamin dan mineral yang dibutuhkan selama kehamilan dan pasca persalinan," ujarnya dalam diskusi virtual Kamis (12/11/2020).

Beberapa herbal yang dapat membantu mendukung kesehatan ibu saat kehamilan dan pasca persalinan antara lain yakni madu.

Baca juga: Kenali Tanda-Tanda Nomor Whatsapp Kamu Diblokir

Asri menyebut madu memiliki kandungan mineral berupa kalsium, tembaga, mangan, zat besi, fosfor, seng, aluminium. Kandungan zat besi pada madu membantu meningkatkan kadar hemoglobin untuk ibu selama kehamilan dan pasca bedah caesar.

Herbal berikutnya yakni cengkih. Rempah ini kaya akan kandungan beta-karoten, zat besi, magnesium, seng, vitamin B6, C, dan K. Tak hanya itu, perpaduan cengkih, lengkuas, serai dan jahe, dapat meredakan sakit dan nyeri pada persendian dengan cara dioleskan.

Selanjutnya jahe yang mengandung gingerol yang memberikan efek analgesik yang kuat dan sangat membantu untuk radang sendi, menenangkan saraf, serta mengurangi mual. Jahe juga tinggi kalium, tembaga, magnesium, mangan, vitamin B5 dan B6.

Kemudian kunyit dan temulawak. Mengandung kurkumin, kunyit dan temulawak dapat melindungi dari anemia dan hipertensi. Serat tingginya juga mengontrol kadar kolesterol jahat.

Baca juga: Biji Semangka Jangan Dibuang, Ini Manfaatnya untuk Tubuh

Kata Asri kunyit dapat membantu meredakan peradangan yang menyebabkan edema, sekaligus risiko mastitis, juga berfungsi untuk mengobati cedera dalam, jahitan luar dan luka infeksi pasca persalinan. Sementara temulawak meningkatkan produksi ASI pada masa menyusui.

Herbal selanjutnya yaitu temu hitam. Kandungan pinene-nya dapat merelaksasi rahim setelah melahirkan. Kemudian ketumbar yamg memiliki kandungan protein, kalsium dan zat besi yang dibutuhkan untuk meningkatkan produksi ASI selama periode menyusui.

Asri menambahkan, walaupun berasal dari bahan dan tanaman alami, saat mengonsumsinya tetap harus memperhatikan tanda-tanda yang ditunjukkan oleh tubuh kita. "Dengan demikian kita dapat merasakan apakah bahan yang dikonsumsi memberikan efek yang baik bagi tubuh," tuturnya.

Senior Vice President Marketing & International Operations Combiphar Weitarsa Hendarto mengatakan BKKBN memprediksi adanya peningkatan angka kehamilan hingga 500.000 orang akibat penggunaan kontrasepsi yang menurun. Dengan meningkatnya angka kehamilan pada masa pandemi ini, perlu adanya perhatian yang lebih besar terhadap kondisi ibu di periode kehamilan dan pasca persalinan.

Berbagai protokol kesehatan juga pola makan dengan nutrisi yang seimbang katanya perlu diterapkan demi menunjang kesehatan, termasuk memanfaatkan madu dan ramuan yang terbuat dari bahan-bahan herbal dari alam.

Kendati demikian, Medical Expert Combiphar, dr. Carlinda Nekawaty mengatakan menyadari kondisi tubuh setelah mengonsumsi madu maupun herbal, sangatlah penting untuk melihat reaksi baik yang kecil maupun besar. Terutama jika sedang dalam kondisi khusus seperti hamil atau menyusui. "Apa yang kita konsumsi bisa saja menimbulkan risiko terhadap kandungan dan juga bayi," imbuhnya.

Dia menjelaskan 1.000 hari pertama kehidupan, termasuk 270 hari di dalam kandungan, merupakan masa penting yang akan memengaruhi kondisi kesehatan dan tumbuh kembang bayi di masa depan. "Untuk itu, bijak dalam mengutamakan kesehatan selama masa kehamilan dan pasca persalinan harus menjadi prioritas ibu," tambah Carlinda.

Sumber : Bisnis.com