Advertisement

Faktor-Faktor Risiko Kanker Payudara, Salah Satunya Kehamilan di Atas Usia 30 Tahun

Widya Islamiati
Selasa, 20 September 2022 - 03:37 WIB
Sirojul Khafid
Faktor-Faktor Risiko Kanker Payudara, Salah Satunya Kehamilan di Atas Usia 30 Tahun Kanker payudara. - hindustantimes.com

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Ketika tumbuh benjolan di payudara, itu bisa jadi kanker payudara. Penyebab tumbuhnya benjolan ini adalah kombinasi dari beberapa faktor risiko seperti hormonal, genetik, gaya hidup, serta lingkungan.

Menurut health.com, kanker payudara terjadi saat sel-sel abnormal membelah dan menumpuk menjadi massa yang bermetastasis ke bagian tubuh yang lain, seperti kelenjar getah bening.

Lalu apa saja yang menyebabkan terjadinya kanker payudara? Berikut ini faktor risiko kanker payudara berdasarkan CDC dan health.com.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Faktor risiko kanker payudara

Ada beberapa faktor risiko kanker payudara, meliputi yang bisa diubah dan tidak bisa diubah. Faktor risiko kanker payudara yang tidak bisa diubah.

Menua

Saat perempuan menua dan beranjak menuju usia 50 tahun, wanita mengalami peningkatan risiko terkena kanker payudara.

Mutasi genetik

Perempuan bisa warisi perubahan atau mutas pada gen tertentu seperti BRCA1 dan BRCA2. Ini membuat perempuan tersebut memiliki risiko terkena kanker payudara yang meningkat.

BACA JUGA: Benarkah Bersepeda Bikin Mandul dan Disfungsi Ereksi? Begini Kata Ahli

Advertisement

Sistem reproduksi

Pada seorang perempuan yang mengalami menstruasi sebelum usia 12 dan mulai alami menopause di usia 55 tahun, risiko terkena kanker payudara meningkat. Hal ini dikarenakan wanita tersebut mengalami paparan hormon yang lebih lama dibandingkan dengan perempuan yang tidak alami hal tersebut.

Payudara yang padat

Advertisement

Pada payudara yang padat, jaringan ikat lebih banyak dibandingkan jaringan lemak. Hal ini kadangkala menyulitkan untuk melihat tumor.

Riwayat kanker

Seorang perempuan yang pernah mengalami kanker payudara ataupun kanker lain kemudian sembuh, risikonya kembali terkena kanker payudara juga akan meningkat.

Riwayat keluarga

Advertisement

Jika mempunyai riwayat keluarga seperti ibu yang punyai penyakit kanker payudara ataupun kanker ovarium, akan meningkatkan risiko terkena penyakit yang sama. Selain ibu, saudara perempuan, ataupun keluarga dari pihak ibu dan ayah yang memiliki riwayat kanker payudara juga memiliki risiko yang sama.

BACA JUGA: Yuk...Jalan Kaki, Ternyata Manfaatnya Banyak

Radiasi akibat pengobatan

Advertisement

Ada beberapa penyakit yang pengobatannya membutuhkan terapi radiasi pada dada atau kanker payudara, seperti pengobatan limfoma hodgkin. Ini akan meningkatkan risiko kanker payudara jika dilakukan pada usia di bawah 30 tahun.

Paparan obat

Obat dietilstilbestrol (DES) dapat membuat perempuan hamil atau anak yang dikandung saat ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara. Bahkan pada tahun 1940 dan 1971, obat ini digunakan untuk menggugurkan kandungan wanita di Amerika Serikat.

Faktor risiko kanker payudara yang bisa diubah

Advertisement

Selain faktor risiko kanker payudara yang tidak bisa diubah, ada juga beberapa faktor risiko kanker payudara yang bisa diubah.

Kurangnya gerak fisik

Bergerak aktif secara fisik bisa mencegah seorang wanita terkena kanker payudara.

Obesitas

Advertisement

Kelebihan berat badan bisa menjadi salah satu faktor risiko yang membuat seorang perempuan terkena kanker payudara.

BACA JUGA: Daftar Menu Makanan Padang Tinggi Purin Pemicu Asam Urat

Kontrasepsi oral

Menggunakan kontrasepsi oral tertentu juga bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya kanker payudara.

Kehamilan pertama di atas usia 30 tahun

Seorang ibu yang mengalami kehamilan pertama saat usianya di atas 30 tahun, yang tidak pernah hamil, dan juga tidak pernah menyusui juga memiliki risiko kanker payudara yang meningkat.

Konsumsi alkohol

Penelitian menunjukkan bahwa seorang perempuan yang mempunyai kebiasaan konsumsi alkohol memiliki risiko yang lebih tinggi terkena kanker payudara. Ini jika dibandingkan dengan wanita yang tidak mengonsumsi alkohol.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Mengaku Petugas BLT, Pencuri Gasak Perhiasan Rp105 Juta Milik Warga Minggir Sleman

Sleman
| Senin, 26 September 2022, 13:27 WIB

Advertisement

alt

Tuduh Jokowi Bakal Penjarakan Anies, Begini Klarifikasi Andi Arief

News
| Senin, 26 September 2022, 13:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement