Advertisement

Ketahui 11 Manfaat Jahe untuk Tubuh 

Alifian Asmaaysi
Rabu, 21 September 2022 - 03:37 WIB
Sirojul Khafid
Ketahui 11 Manfaat Jahe untuk Tubuh  Jahe memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Jahe merupakan salah satu rempah yang berasal dari Asia Tenggara. Tak hanya mahsyur karena cita rasanya yang mampu memberikan kehangatan alami pada tubuh, ternyata jahe juga miliki segudang manfaat lain untuk tubuh. 

Jahe merupakan rempah yang termasuk dalam keluarga Zingiberaceae. Tanaman ini masih dalam satu genus yang sama dengan kunyit, kapulaga, dan lengkuas. 

Rimpang (bagian batang bawah tanah) adalah bagian yang biasa digunakan sebagai bumbu. Ini sering disebut akar jahe atau, sederhananya, jahe. 

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

BACA JUGA: Awas! Anak Keracunan Paracetamol, Bisa Sebabkan Kematian

Jahe dapat digunakan baik secara langsung, kering hingga bubuk. Rempah ini merupakan bahan yang sangat umum digunakan dalam resep. Bahkan tak jarang kerap digunakan ke dalam bahan olahan kosmetik. 

Berikut 11 manfaat jahe untuk kesehatan yang didukung oleh penelitian ilmiah:

1. Mengandung gingerol 

Gingerol adalah senyawa bioaktif utama dalam jahe. Gingerol memiliki efek anti-inflamasi dan antioksidan yang kuat.  

Diantara manfaat gingerol adalah, dapat membantu mengurangi stres oksidatif , yang merupakan hasil dari kelebihan jumlah radikal bebas dalam tubuh. 

2. Mengobati mual

Jahe banyak dipercaya mampu menjadi obat mual. Bahkan, beberapa ibu hamil juga meminum campuran air jahe untuk mengatasi suasana morning sickness atau mual yang kerap muncul di pagi hari saat awal kehamilan. 

Sekitar 1 hingga 1,5 gram jahe dapat membantu mencegah berbagai jenis mual, termasuk mual terkait kemoterapi, mual setelah operasi, dan mual di pagi hari. 

Advertisement

3. Membantu turunkan berat badan

Mengacu pada berbagai penelitian yang dilakukan, jahe dipercaya dapat membantu seseorang untuk menurunkan berat badan. 

Dilansir dari Healthline, dalam sebuah studi yang dilakukan terhadap 80 wanita dengan obesitas ditemukan bahwa jahe juga dapat membantu mengurangi indeks massa tubuh (BMI) dan kadar insulin darah. Kadar insulin darah yang tinggi secara langsung berhubungan dengan obesitas.

BACA JUGA: Faktor-Faktor Risiko Kanker Payudara, Salah Satunya Kehamilan di Atas Usia 30 Tahun

Advertisement

4. Membantu atasi osteoartritis

Osteoarthritis (OA) merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi. Penyakit ini melibatkan degenerasi sendi di tubuh, yang menyebabkan gejala seperti nyeri sendi dan kekakuan. 

Dalam sebuah tinjauan literatur, ditemukan bahwa pengidap osteoarthritis yang rutin mengonsumsi jahe dapat membantu mengurangi rasa sakit dan kecacatan yang signifikan. 

5. Membantu menurunkan kadar gula darah

Jahe telah terbukti mampu menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki berbagai faktor risiko penyakit jantung pada penderita diabetes tipe 2. 

Dalam sebuah studi yang dilakukan pada 2015 terhadap 41 peserta dengan diabetes tipe 2, didapatkan hasil bahwa 2 gram bubuk jahe per hari menurunkan gula darah puasa sebesar 12 persen. 

Advertisement

6. Bantu atasi gangguan pencernaan

Siapa yang sangka bahwa jahe mampu atasi gangguan pencernaan kronis? Untuk diketahui, gangguan pencernaan kronis biasanya ditandai dengan nyeri berulang dan ketidaknyamanan di bagian atas perut. 

Jahe mampu mempercepat pengosongan lambung, yang dapat bermanfaat bagi penderita gangguan pencernaan dan sensasi tidak nyaman yang muncul di perut lantaran masalah gangguan pencernaan kronis. 

7. Mengurangi nyeri haid

Jahe menjadi salah satu rempah yang sangat efektif melawan nyeri haid bila diminum pada awal periode menstruasi. 

Advertisement

Bahkan, dalam studi terbaru disimpulkan bahwa jahe lebih efektif daripada plasebo dan sama efektifnya dengan obat-obatan seperti asam mefenamat dan asetaminofen/kafein/ibuprofen (Novafen). 

8. Membantu turunkan kolesterol

Kadar kolesterol LDL (jahat) yang tinggi erat kaitannya dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Ada beberapa bukti bahwa jahe dapat menurunkan kadar kolesterol LDL (jahat), kolesterol total, dan trigliserida darah secara signifikan. 

Dalam sebuah penelitian tahun 2018 terhadap 60 orang dengan hiperlipidemia, 30 orang yang menerima 5 gram bubuk jahe setiap hari mengalami penurunan kadar kolesterol LDL (jahat) sebesar 17,4% selama periode 3 bulan. 

BACA JUGA: Fakta-fakta Hernia, Penyakit yang Diderita Anak Lesti Kejora

Advertisement

9. Mencegah kanker

Jahe telah dipelajari sebagai obat alternatif untuk beberapa bentuk kanker. Sifat anti-kanker yang terdapat pada jahr kerap dikaitkan dengan kadar gingerol, yang ditemukan dalam jumlah besar pada jahe mentah.  

Dalam penelitian yang dilakukan selama 28 hari terhadap individu yang berisiko normal untuk kanker kolorektal, sebanyak 2 gram ekstrak jahe per hari mampu secara signifikan mengurangi molekul sinyal pro-inflamasi di usus besar. 

10. Melindungi otak dari penyakit Alzheimer

Stres oksidatif dan peradangan kronis dapat mempercepat proses penuaan. Kondisi tersebuy diyakini menjadi salah satu pendorong utama penyakit Alzheimer dan penurunan kognitif terkait usia. 

Jahe dipercaya mampu lindungi otak daru risiko penyakit Alzheimer lantaran kandungan antioksidan dan senyawa bioaktif dalam jahe dapat menghambat respon inflamasi yang terjadi di otak. 

11. Membantu atasi infeksi

Jahe dapat membantu melawan bakteri dan virus berbahaya, yang dapat mengurangi risiko infeksi. 

Menurut sebuah studi, jahe sangat efektif melawan bakteri mulut yang umumnya sebabkan gingivitis dan periodontitis. Kedua penyakit tersebut merupakan penyakit radang gusi.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 30 September 2022, Tiket Rp8.000

Jogja
| Jum'at, 30 September 2022, 09:07 WIB

Advertisement

alt

Jokowi Geram Indonesia Terus Impor Aspal

News
| Jum'at, 30 September 2022, 08:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement