Ilmuwan: Virus Corona Timbulkan Gejala Neurologis

Sel virus corona
02 Desember 2020 10:27 WIB Syaiful Millah Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Virus corona baru SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dapat menyebabkan berbagai masalah, tak hanya pernapasan tapi hingga gejala neurologis.

Melansir Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com dari Express UK, Rabu (2/12/2020) sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Neuroscience menyajikan penjelasan yang masuk akan terkait gejala dari penyakit virus corona baru yang menyerang berbagai organ, utamanya neurologis.

Penelitian tersebut menjelaskan bagaimana SARS-CoV-2 tidak hanya menyerang saluran pernapasan tetapi juga berdampak pada sistem saraf pusat (SSP), yang mengakibatkan gejala neurologis seperti hilangnya penciuman, rasa, sakit kepala, kelelahan, dan mual.

Baca juga: Kenali! Ini Jenis-Jenis Kelainan Kaki pada Anak

Penelitian menemukan bahwa hal tersebut dilakukan dengan menginfeksi otak manusia melalui lendir hidung. Penemuan ini adalah yang pertama menunjukkan bagaimana virus corona baru dapat memasuki neuron otak melalui jalur mukosa.

Untuk mengonfirmasi hipotesis mereka, para ilmuwan di Jerman melakukan otopsi pada 33 pasien yang meninggal karena Covid-19. Mereka mempelajari lendir di belakang hidung - di atas mulut tempat tenggorokan bergabung dengan rongga hidung - serta sampel jaringan otak.

Materi genetik dari virus corona hadir dalam jumlah terbesar di lendir rongga hidung, tetapi protein lonjakan SARS-CoV-2 - yang memfasilitasi masuknya virus ke dalam sel juga ditemukan di bagian otak pasien.

Dr Frank Heppner, salah satu penulis studi dari Charité Universitätsmedizin Berlin, mengatakan begitu berada di dalam mukosa penciuman, virus tampaknya menggunakan koneksi neuroanatomikal, seperti saraf penciuman, untuk mencapai otak.

Mendukung klaim mereka, para ilmuwan menangkap gambar mikroskop elektron pertama dari partikel virus korona utuh di dalam lendir. Namun, penelitian tersebut tidak menetapkan bagaimana virus masuk ke otak dari titik ini.

Baca juga: Agar Anak Semangat, Yuk Ciptakan Ruang Belajar Aman dan Menyenangkan

Helena Radbruch, akademisi yang terlibat penelitian mengatakan data mereka menunjukkan bahwa virus berpindah dari sel saraf ke sel saraf untuk mencapai otak. Namun, kemungkinan besar virus juga ditularkan melalui pembuluh darah, karena terbukti virus juga ditemukan di dinding pembuluh darah di otak.

Studi tersebut juga mendeteksi keberadaan sel kekebalan dalam cairan otak, yang diaktifkan setelah infeksi. Heppner mengatakan keberadaan virus di sel saraf mukosa penciuman memberikan penjelasan terkait gejala neurologis yang ditemukan pada pasien.

Dia melanjutkan bahwa keberadaan virus di area otak ini akan berdampak buruk pada fungsi pernapasan, menambah masalah pernapasan karena infeksi paru-paru. Masalah serupa juga mungkin muncul dalam kaitannya dengan fungsi kardiovaskular.

Sumber : bisnis.com